KENAPA MEMILIH NAMA BLOG YANG SEKARANG DIGUNAKAN?

0

Asal usul nama “sinyonya.com” merupakan panggilan sayang dari suami.  Jadi, ngapain pusing-pusing cari nama lain buat blog mending pakai panggilan sayang saja dari suami biar sedikit terlihat romantis. He, he,… itu alasan kenapa aku memakai nama “Sinyonya.com” untuk blog pribadi aku.

Proses pembuatan dan pemberian nama “sinyonya.com” semua dari suamiku. Ini hadiah kedua dari suami. Hadiah pertama aku dibuatkan blog “Ruang Naera” Suami aku

Teruskan Baca

TEMA BLOG YANG DISUKAI

0

Malam semakin hening, terlihat gadis kecilku tertidur nyenyak. Suara riang jangkrik menambah keindahan malam. Aku sedang menikmati cela waktu untuk merangkai sebuah paragraf. Malam ini aku akan membahas tentang “Tema Blog Yang Disukai” dari sinyonya.com merupakan blog kedua aku setelah “Ruang Naera” menjadi blogger tidaklah semudah saat memasak didapur, saat membersihkan rumah, dan saat menunggu cucian baju digiling mesin. Menjadi blogger sukses,sudah sangat aku idam-idamkan

Teruskan Baca

KENAPA MENULIS BLOG?

0

Berawal dari kecintaan aku di dunia tulis menulis. Sebelum menulis di blog aku suka menulis disetiap lembar kertas buku diary. Aku merupakan salah satu manusia paling alay yang rajin banget menulis segala hal yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari. Selain itu, dengan menulis bisa membuang jauh kesedihan saat patah hati. He, he, he,….

Saking cintanya aku di dunia tulis menulis, mantan pacar aku yang kini

Teruskan Baca

KEAJAIBAN PURBASARI HI-MATTE LIP CREAM

0

Tahun 2018. Banyak hal baru untuk mengubah kehidupan semakin mengasyikan. Kali aku mau tulis tentang pengalaman aku memakai produk Purbasari. Hampir dua minggu ini aku lagi jatuh cinta sama produk Purbasari khususnya di produk lipstik. Sebelum memakai produk lipstik dari Purbasari, aku adalah pengguna setia lulur mandi Purbasari. Udah belasan tahun aku setia banget sama produk lulur Purbasari. Untuk tahun ini aku

Teruskan Baca

KERUPUK NASI ANTI GAGAL

0

Assalamualaikum.

Hay, Mak… hari ini aku merasakan panasnya kota Semarang. Padahal aku terdiam manis didalam rumah. Tetap saja merasakan terik matahari panas menyengat. Bagi aku panas matahari adalah sebuah kebahagiaan. Why? Panasnya matahari yang menyengat bisa membuat jemuran aku cepat kering. Kalau aku jemur pakaian basah dimulai dari pukul 08.00, semua pakaian kering di pukul 12.30. Cepet singkat! Kalau pakai laudri kita harus nunggu

Teruskan Baca

Daun Jatuh Di Halaman Rumah

0

Setiap hari, menjelang pagi dan menjelang senja Runi selalu menyapu halaman rumah, membersihkan dedaunan yang terjatuh dari dua pohon mangga yang menjulang tinggi. Di halaman rumah Runi terdapat pohon buah mangga yang tumbuh musiman, memiliki akar ranting daun yang lebat. Dedaunan lebat yang rapuh mudah terjatuh oleh angin dan hujan.

“Walah-walah Mbak. Jangan terlalu rajin dengan deduanan itu! Mau disapu berapa kali

Teruskan Baca

DIALOG ARLOGI

0

Kini aku tak pernah merasakan kesendirian, dengan keadaan sebelumnya yang membuat aku seperti manusia rimba tanpa makhluk lain. Sudah ada kau yang kini bersamaku, menyatu dengan tubuhku, bernafas denganku semua kita lalui bersama. Semua terasa begitu nyata, enam bulan kita berjalan bersama, kau merasakan apa yang aku rasanya. Saat kesedihan menghampiriku kau pun merasakan apa yang ku rasakan. Saat aku tertawa nyaring kau

Teruskan Baca

Cerita Dibalik Hujan #2

0

Turun-lah hujan, sampailah aku di depan resto alam indah. Dua hari yang lalu dia mengajakku meluangkan waktu untuk sekedar menikmati secangkir kopi. Aku langsung saja setuju dengan ajakan pertemuan ini, “Alam Indah” dia memastikan tempat kita akan berjumpa. Bulan Februari ini tepat dua tahun aku dan dia sepakat untuk berpisah. Jika kembali mengingat perpisah itu rasanya sungguh hal yang kekanak-kanakan. Aku dan

Teruskan Baca

LELA

0

Aku mulai nyaman dengan pekerjaan ini. Sudah tiga tahun ini aku menjalankan pekerjaan yang hanya bermodal jasa dan penampilan. Beberapa pekerjaan sebelumnya kurang aku sukai, otak dan energi tubuh terkuras habis. Maklum, sebelumnya aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Harus membersihkan rumah majikan yang luasnya hampir sama dengan gedung senayan. Lalu, mengurus dua anak majikan yang sangat menyebalkan. Dua bulan aku bekerja

Teruskan Baca

LIDAH

0

“Itu semacam lidah. Entah, lidah manusia atau lidah buaya. Terasa tajam, melebihin tajamnya pisau.”

Gendis menatap murung kearah dua manusia yang sedang beradu kata. Semua sudah berupa paragraf tanpa tanda koma, tanpa tanda titik. Tak ada kemenangan dan tak ada kekalahan. Paragraf itu lantang berujar pada bait kemenangan masing-masing.

“Anjing!,”

“Kau yang anjing!,”

“Sundel!”

Teruskan Baca