Teramat Menyebalkan Sampai Kau Memilih Untuk Diam

0

Aku terlalu lancang menempatkanmu di dalam otakku. Tanpa seijinmu, aku telah menjadikanmu bagian dari kesibukanku. Bahkan setiap hari aku butuh energi ekstra untuk memikirkanmu. Ya, aku terlalu sibuk memikirkanmu. Sampai aku lupa, pekerjaanku tertumpuk diam di meja. Aku yang terlalu sibuk dengan isi otak tentang kau, sedang di mana kau? Apa sudah makan? Sudah ibadah? Kenapa susah dihubungi?.

Karena itu,

Teruskan Baca

Kembang Api Nala

0

Sepulang sekolah Nala berniat menemui simak di pasar. Teman-temannya mengajak Nala melihat kembang api di alun-alun kota. Nala sepanjang jalan memikirkan kalimat apa yang pantas untuk memulai permintaan ijin kepada simak. Sejak dulu setiap Nala ingin melihat kembang api, simak selalu melarang. Alasanya selalu sama berbahaya “ Ndok, ndak usahlah kamu nonton kembang api. Mending bantuin simak bungkus tempe. Itu sudah dapat

Teruskan Baca

Sekedar: Ala Kadar

0

Tidak ingin menyalahkan sebuah masa lalu pahit yang terus terkenang. Terlalu pahit untuk diingat dan terlalu susah untuk dilupakan. Warna abu-abu yang semakin membuat pilu menambah barisan luka dalam perjalanan mencari sebuah takdir untuk mencintai dan takdir untuk dicintai. Bagaimana bisa manusia bercinta dengan embel-embel tidak mencintai lalu terikat dengan tali pernikahan. Bodoh jika manusia itu menikah tanpa embel-embel cinta.

Teruskan Baca

Wanita dan Benang Masa Lapuk

0

Namaku Retno Puspa Sari. Orang-orang di kampungku memanggil namaku dengan sebutan Sari pengkong. Dari kecil aku terbiasa dengan panggilan Sari pengkong. Usiaku kini sudah dua puluh tahun. Aku sudah kuliah di Program Studi Kedokteran. Dengan jalur beasiswa aku dapat menikmati bangku perkuliahan di Universitas Negeri di Jogja. Tiga tahun aku tinggal di Jogja. Rindu dengan kampung halaman pun selalu menghantui hatiku. Meninggalkan

Teruskan Baca

Maya menciptakan Cinta

0

Semarang, 07 Juli 2015. Gadis itu datang menyapaku dengan senyum lesung pipi teramat manis. Aku tak ingin melewatkan detik mendekat langkahnya untuk semakin dekat kearahku. Memang tidak butuh waktu lama menunggu kehadirannya. Janji berjumpa sudah terencana lebih dari dua minggu. Hari ini, sisa hujan masih basah menempel pada jalan aspal penuh lalu lalang manusia. semangkok wedang rode menghangatkan perjumpaan kali ini. Malam

Teruskan Baca

Kegilaan Tanpamu

0

Kegilaan yang sempat aku rasakan, saat aku menerima kenyataan kau telah pergi jauh dari kehidupanku. Keputusan untuk meninggalkanku yang kau pilih. Melepas bebas semua cinta yang telah aku dekap penuh kesetian. Aku memang terlalu besar berharap memilikimu seutuhnya, hingga aku tidak pernah membayangkan akan kehilangmu untuk selamanya. Kesetian yang terlalu sempurna aku berikan kepadamu, membuat aku yakin kau pun akan selalu tulus

Teruskan Baca

Empat Rasa Yang Pernah Menebal

0

Kau tahu rasanya diabaikan? Kau tahu rasanya ditinggalkan? Kau tahu rasanya kesepian? Kau tahu rasanya kejenuhan? Empat rasa yang lengkap aku nikmati setelah kepergianmu dari hatiku. Awalnya aku merasa tidak sanggup hidup dengan empat rasa yang kau hadiahkan. Ya, aku akui terlalu lemah untuk aku menikmati segala kenangan tentangmu.

Sepanjang jalan Malioboro. Aku berdamai dengan semua kenangan tentangmu. Keberanianku untuk

Teruskan Baca

Kereta Parto

0

Parto melintasi pinggiran rel kereta api saat penduduk kampung masih tertidur pulas. Tatapan kosong Parto terus menelusuri pelintasan si ular besi. Terdengar sayup laju kereta api dari arah timur. Tubuh Parto tak lagi melintasi pinggiran rel kereta api, ia berdiri tegap menantang laju kereta api, tanpa khawatir tubuhnya akan dilalap si ular besi.

Braakkkkk…….

Tubuh Parto terlempar remuk,

Teruskan Baca

Dua Belas

0

Detik satu, saya melirik arloji pada pergelangan tangan kiri saya. Sudah cukup lama saya menanti dengan resah. Bola mata saya sesekali memandang pintu masuk di depan tubuh saya yang sedang duduk menanti seorang kekasih. Rasa denyut jantung mengebu tidak ingin berhenti. Mengajak saya semakin resah.

Di luar sana hujan melukis basah pada daun kaca jendela. Menggambar kabut dingin menghalangi pandangan

Teruskan Baca

Jodoh, Bukan Tentang Persamaan

0

Saat perasaan jatuh cinta berkobar-kobar, kita merasakan banyaknya persamaan. Dari suka secangkir kopi, dari suka dengan lagu-lagu cinta, dari suka dengan film-film romantis, dan dari cara kita menyelesaikan masalah. Serasa memang Tuhan menciptakan kamu dari tulang rusukku. Ya, banyak yang mematok bahwa jodoh itu karena adanya persamaan. Persamaan? Kalau benar berpatokan dengan persamaan kita jodoh. Aku yakin hidup ini datar, lurus, membosan,

Teruskan Baca