KENAPA MEMILIH NAMA BLOG YANG SEKARANG DIGUNAKAN?

Asal usul nama “sinyonya.com” merupakan panggilan sayang dari suami.  Jadi, ngapain pusing-pusing cari nama lain buat blog mending pakai panggilan sayang saja dari suami biar sedikit terlihat romantis. He, he,… itu alasan kenapa aku memakai nama “Sinyonya.com” untuk blog pribadi aku.

Proses pembuatan dan pemberian nama “sinyonya.com” semua dari suamiku. Ini hadiah kedua dari suami. Hadiah pertama aku dibuatkan blog “Ruang Naera” Suami aku jarang banget kasih hadiah barang. Bukan karena pelit. Suamiku lebih tahu apa yang aku butuhkan. Seperti blog “sinyonya.com” tiba-tiba sepulang kerja suami langsung kasih lihat blog baru yang dia buat untuk istrinya, yaitu aku! He, he, he

 Saat aku tanya “Kenapa kamu semangat banget  menyarankan aku untuk terus menulis?”

“Karena bakat kamu menulis!” Jawaban singkat dari suami aku.

 Dari “sinyonya.com” suamiku berharap aku bisa menjadi blogger sukses bisa memberikan pengalaman terbaik aku untuk para pembaca, yang terpenting aku bisa menulis segala hal yang bermanfaat untuk orang lain.

“Hal yang bisa membuat kamu bahagia akan selalu aku wujudkan, karena aku ingin memberikan yang terbaik buat kamu!”

Duh, meleleh hati aku saat menanyakan mengapa membuatkan aku blog ini dan mendukung aku untuk terus menulis.

“sinyonya.com” bagian dari perjalanan cinta kami berdua. Dengan adanya blog ini semakin menambah aku semangat untuk berkarya. Semua tak lepas dari dukungan suami aku. “sinyonya.com” merupakan hadiah terindah dari suami yang sangat bermanfaat untuk proses perjalanan hidup aku untuk menjadi manusia yang lebih lagi!

Untuk tema hari ketiga ini. Aku berterima kasih sekali diberi kesempatan untuk membahasa tentang “sinyonya.com” karena peran suami yang begitu istimewa untuk blog ini. Maka, tulisan ini aku persembahkan untuk suami aku yang sangat mencintaiku.

“Dia sosok yang jarang banget bilang cinta. Tapi, aku yakin dan percaya didalam hatinya hanya ada aku dan Nafisah yang dia cintai!”

Semoga “sinyonya.com” akan menjadi teman untuk kami berproses dan melalui kehidupan ini penuh dengan cerita bahagia. Kelak jika Nafisah telah pandai membaca ia akan bangga dengan orangtuanya yang saling mencintai!”

sinyonya

 

Komen Artikel