LIDAH

0

“Itu semacam lidah. Entah, lidah manusia atau lidah buaya. Terasa tajam, melebihin tajamnya pisau.”

Gendis menatap murung kearah dua manusia yang sedang beradu kata. Semua sudah berupa paragraf tanpa tanda koma, tanpa tanda titik. Tak ada kemenangan dan tak ada kekalahan. Paragraf itu lantang berujar pada bait kemenangan masing-masing.

“Anjing!,”

“Kau yang anjing!,”

“Sundel!”

Teruskan Baca